Upah-Upah………North Sumatera Tradition


Pula Jawa terkenal dengan Tumpeng, di daerah Sumatera Utara dan sekitarnya..dikenal nama “Upah-Upah” masih dalam bentuk “merayakan” sesuatu peristiwa, berasal dari adat Melayu Deli, Riau dan sekitarnya…Celebration Rice ini menjadi tradisi di daerah Sumatera Utara, Suku Tapanuli selatan  pun  memakainya.

bila membuka website nya Dunia Melayu…maka banyak cerita lengkap mengenai “Upah-upah”  ini, singkatnya syukuran dengan  satu nampan nasi yang diatasnya diletakkan Ayam panggang Bekakak berbumbu Gule (Unggas), Udang (laut), Telur, ikan.., dalam upacara adat upah-upah, dipercaya untuk mengembalikan “Tondi’  yang bermakna sepadan dengan Semangat, Tenaga dan kekuatan…seiring dengan  waktu, “Upah-Upah” dipakai juga untuk syukuran kelahiran (saya pernah), syukuran kelulusan, naik jabatan, pernikahan dll.. Lalu ada tata caranya… nampan nasi ini akan di putar-putar di atas kepala yg sedang “bersyukur” …adat lain yang selalu disertakan dalam upah-upah ini adalah “Tepung Tawar”…mengenai tepung tawar ini…akhirnya kita mendapat kesamaan dengan budaya Malaysia…mungkin karena masih satu rumpun.

Mini Bale Bunga Telur ini saya buat untuk Back Ground “Upah-Upah” …tapi ternyata ga kepake..karena udah rame sama  hiasan “Upah-Upah” nya… Bunga telur biasa dibuat sebagai souvenir di acara Khitanan atau perkawinan (i did)… niatnya memang untuk  “Indonesian Festive Rice”, dengan cita-cita bisa dapet foto yang bagus..sekalian saya merayakan Ulang Tahun anak saya tgl 17 September kemarin… kesibukkan di dapur, membuat saya ga sempat membuatnya pas di hari ulang tahunnya, lalu saya flu.. dalam keadaan yang rada lemah maksain diri untuk membuat sesuatu yang spesial, di tengah jalan ga sanggup lagi bikinnya.. minum obat, lalu tidur..ketika bangun hari sudah mual sore,  buru-buru diselesaikan..ade dah merengek laper nih buu..saya masih jepret-jepret ga keruan..ga dapet cahaya..sisi yang jelek dan masalah macem2…akhirnya nyerah…”yok de’ selamat Ulang tahun yaaa….jadi anak yang baik, ga usah macem-macem yaa…ta’at aja sama Allah, itu kuncinya”….hanya itu doa saya..”Amiiiiin”…lalu sang kakak pun ucap-ucap doa, setelah itu dibagikan ke anak-anak dapur… habissss deh.

Saya menumpuk ayam panggang Gule nya diatas nasi yang tersusun 4 macam, nasi putih, nasi kuning, nasi dr beras merah, dan beras ketan hitam….aiiih menikmatinya sungguh sedap. Mari kita angkat budaya masing-masing daerah dengan mempercantik nya.

2 thoughts on “Upah-Upah………North Sumatera Tradition

  1. Teteh ulos saha eta🙂 Nuhun setoran IDFBna. Suka sekali teteh mengangkat budaya leluhur alm papa.

    Teh, aku bilang wajar soal budaya karena North Sumatra banyak bersentuhan dengan budaya Malaysia karena di Sumatra banyak Melayu dan ada sebutan Melayu Deli.

    Makanya aku sering bilang Malay is not Malaysian it’s an ethnic group that resides in Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand. We share some traditions.

  2. Itu ada yang kasih waktu nikahan dulu..tadinya mau minjem sama tetangga, dipikir-pikir kayanya punya…hehehe jadi ngacak lemari dulu..

    iyaaaa…aku sering dulu di upah-upah, tiap ngelahirin anak, terus di tepung tawar pas nikahan…kalo buka tepung tawar…yang masuk justru gambar dari Malaysia, banyaaaak sekali, dan tepung tawarnya bener2 di percantik dengan wadah2 kuningan yg khusus dibuat untuk acara “Tepung Tawar”..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s